Jelajahi Wisata Lokal
Jalan-Jalan Dengan Uang PAS-PAS'AN
Share
Jumat, 12 Agustus 2016
Pantai Sigandu
Sabtu, 09 Januari 2016
Lawang Sewu
Lawang Sewu Semarang
Semarang - Lawang Sewu merupakan sebuah bangunan kuno peninggalan jaman belanda yang dibangun pada 1904. Semula gedung ini untuk kantor pusat perusahaan kereta api (trem) penjajah Belanda atau Nederlandsch Indishe Spoorweg Naatschappij (NIS). Gedung tiga lantai bergaya art deco (1850-1940) ini karya arsitek Belanda ternama, Prof Jacob F Klinkhamer dan BJ Queendag. Lawang Sewu terletak di sisi timur Tugu Muda Semarang, atau di sudut jalan Pandanaran dan jalan Pemuda. Disebut Lawang Sewu (Seribu Pintu), ini dikarenakan bangunan tersebut memiliki pintu yang sangat banyak. Kenyataannya, pintu yang ada tidak sampai seribu. Bangunan ini memiliki banyak jendela tinggi dan lebar, sehingga masyarakat sering menganggapnya sebagai pintu. Sumber http://seputarsemarang.com/lawang-sewu-pemuda-1272/
Itu sedikit informasi tentang Lawang Sewu. Aku pergi ke Lawang Sewu untuk kedua kalinya yaitu tanggal 9 juni 2015. Pertama kali dulu kesana diajak teman tapi karena kesana dulu saat SMA maka foto-foto sudah hilang beserta hp-hpnya (nangis mode:on). Kita lanjutkan kembali tentang Lawang Sewu. Berikut ini foto yang berhasil kami dapat
Minggu, 02 Agustus 2015
DIENG
Hai ketemu lagi dengan saya, seorang petualang dengan modal nekad. Kemarin 1 agustus aku putuskan untuk berangkat otw ke daerah dieng. Bisa dikatakan nekad karena berangkatnya sendiri, tidak tau arah dan juga selalu tersenyum manis pada orang-orang hahaha (bercanda mode: on). Bermodal pencarian jalur dari maps, sudah aku tentukan bahwa akan melewati Bandar.
Aku dengan tunggangan kesayangan otw Bandar dan jalan yang dilalui ternyata banyak yang rusak dan belum diaspal alias berbatu. Entah daerah mana di kebun teh itu jalanan masih dalam bentuk bebatuan yang disusun. Tapi pemandangannya itu lho yang rasanya ingin setiap tarikan gas motor selalu ingin berhenti dan melihat pemandangannya. Tanjakannya serem banget bahkan berapa kali motor harus masuk gigi 1 dan mati mesin ketika melintasi tanjakan.
Sekarang saat di kawasan dieng, aku berkunjung ke kawasan candi, sikidang dan telaga warna. Disini hawanya berbeda dengan daerah pantura, sejuk banget. Meskipun sebentar tapi bener-bener berkesan, berkesan perjalanannya hahaha.
Lelah ketika aku putuskan lewat kab. Pekalongan. Jalannya itu lho yang berasa seperti lagi downhill. Yah jalanan berliku dengan tebing curam.
Kamis, 25 Juni 2015
Wisata Pantai Jodoh (Buntu)
Tanggal 30 April 2015 aku berangkat menuju Batang. Dalam perjalananku cuacanya sungguh membuatku kesal, bayangkan aja berangkat panas, tiba-tiba hujan lalu sampai di daerah Pantura malah panas sekali. Berkali-kali aku berhenti hanya untuk memakai mantel dan begitu cerah aku lepas kembali mantelku untuk masukkan ke bagasi motor.
Saatnya menemui temanku yang bernama Fudin. Di rumahnya yah hanya pembicaraan seperti biasa antara kawan. Lalu Fudin memanggil Arga dan Budi, kedua temanku juga. Bareng-bareng kumpul dan tercetuslah ide untuk pergi ke Buntu.
Perjalanan tergolong singkat namun akses jalannya rusak.
Setibanya di sana, hari sudah sore. Kesempatan ini tidak disia-siakan untuk mengambil gambar saat sunset. Di bawah ini foto-foto di perjalanan dan di pantai
Rabu, 26 November 2014
argowisata kebun teh daerah wonosobo
Kamis, 06 November 2014
Ketep Pass
Ketep Pass
Ketep pass adalah sebuah bukit yang bernama Bukit Sawangan. Lokasinya diantara Gunung Merbabu dan Merapi. Perjalanan dari jogja dilalui untuk sampai ke Ketep sedikit agak terganggu karena adanya perbaikan jalan disepanjang jalan menuju Ketep. Agak menjengkelkan memang dengan motor seadanya dan jalan banyak yang berlubang.Perbaikan dengan mengecor menjadikan perjalanan harus ekstra hati-hati.
Sampai disana sudah terlihat jelas Gunung Merapi dan Merbabu, tapi Merbabu tertutup oleh awan jadinya terlihat samar-samar :-p. Biaya masuk untuk parkir 1 motor beserta 2 orang: Rp 17.000,- . Sesi perjalanan di Ketep diisi dengan foto-foto di dalam Museum. Makan-makan sambil melihat pemandangan, tapi karena cuaca panas dan perjalanan melelahkan jadinya aku fokuskan pada Nasi Pecel dan Es Kopi hahaha :-D. Harga Nasi Pecel, Es Kopi tambah krupuk adalah Rp 11.000,- .
Perjalanan dilanjutkan ke Wisata Air Terjun Kedung Karang. Perjalanan dari Ketep cuma 3 KM. Disana disuguhkan pemandangan Air Terjun yang eksotis dan keren namun dengan kerja keras karena untuk turun memerlukan kerja keras. Airnya sejuk dan banyak terdapat batuan besar. Namun tantangan selanjutnya adalah naik kembali. Perlu lebih dan lebih tenaga serta semangat 45 untuk mencapai puncak hahaha :-D. Oh iya, tiket masuk per orang Rp 4.000,- serta parkir Rp 2.000,- .
Saran-saran: siapkan stamina lebih dan kondisi tubuh baik karena daerah atas biasanya hujan. Isi bensin full kalau tidak mau mogok (Yaiyalah . . . .). Ingat juga untuk beli oleh-oleh Stroberry yang tidak jadi dibawa gara-gara hujan.
.














































