Share

Jumat, 12 Agustus 2016

Pantai Sigandu



Aku masih ingat dulu saat diajak ke pantai ini. Dulu saat masih SD dan lagi main PS di rental dekat pasar langsung saja ada yang mengajak ke Sigandu. Ya diiyain aja, lagian jaman masih kecil semuanya terasa mudah dengan segala sesuatunya dibayarin wkwkwkwk. Oke-oke saja sih walaupun meninggalkan beberapa menit di rental untuk dilanjutkan keesokan harinya. Tapi itu dulu, sekarang aku ke Pantai Sigandu hanya seorang diri. Tujuan utama adalah membeli sepatu baru di Toko Surototo. Yah karena sudah tidak ada yang dilakukan, akhirnya inisiatif ke Pantai Sigandu aja(‎July ‎19, ‎2016). Jalan sekarang aksesnya lebih mudah daripada dulu terakhir melewatinya. Dengan tiket masuk 3000 rupiah dan 1000 buat parkir, berjalan sebentar ke utara dan berhenti di pinggir pantai. Banyak yang berubah dari Pantai Sigandu. Namun pemandangan yang aku lihat masih sama seperti dulu, seperti anak kecil yang bermain air, pasir hitamnya dan pelabuhannya juga. Namun sekarang sudah banyak bangunan di sekitar pantai. Memandangi sekitar sejenak untuk mencari jejak apa yang telah berubah dari waktu terakhir aku mengunjunginya.







Selesai dengan pantai, kini mencoba ke jalan baru penghubung antara Sigandu dan Ujungnegoro. Mengendarai motor dengan kecepatan rata-rata 45 km/jam, mencoba menikmati suasana pantai. Namun matahari tenggelam pada saat melewati jalan baru sepertinya malu karena berlindung di balik awan. Lanjut saja perjalanan dan banyak juga muda-mudi di pinggir jalan. Yah segitu aja sih hal menarik dari posting kali ini wkwkwkwk





Sabtu, 09 Januari 2016

Lawang Sewu

Lawang Sewu Semarang

lawang sewu semarang
Semarang - Lawang Sewu merupakan sebuah bangunan kuno peninggalan jaman belanda yang dibangun pada 1904. Semula gedung ini untuk kantor pusat perusahaan kereta api (trem) penjajah Belanda atau Nederlandsch Indishe Spoorweg Naatschappij (NIS). Gedung tiga lantai bergaya art deco (1850-1940) ini karya arsitek Belanda ternama, Prof Jacob F Klinkhamer dan BJ Queendag. Lawang Sewu terletak di sisi timur Tugu Muda Semarang, atau di sudut jalan Pandanaran dan jalan Pemuda. Disebut Lawang Sewu (Seribu Pintu), ini dikarenakan bangunan tersebut memiliki pintu yang sangat banyak. Kenyataannya, pintu yang ada tidak sampai seribu. Bangunan ini memiliki banyak jendela tinggi dan lebar, sehingga masyarakat sering menganggapnya sebagai pintu. Sumber http://seputarsemarang.com/lawang-sewu-pemuda-1272/
Itu sedikit informasi tentang Lawang Sewu. Aku pergi ke Lawang Sewu untuk kedua kalinya yaitu tanggal 9 juni 2015. Pertama kali dulu kesana diajak teman tapi karena kesana dulu saat SMA maka foto-foto sudah hilang beserta hp-hpnya (nangis mode:on). Kita lanjutkan kembali tentang Lawang Sewu. Berikut ini foto yang berhasil kami dapat




Mas Budi hihihihi